Tata Cara Umroh Sesuai Sunnah

By | September 4, 2019

Umroh adalah salah satu bentuk kegiatan ibadah yang dilakukan oleh umat muslim di seluruh dunia. Kegiatan umroh itu sendiri seringkali disebut sebagai haji kecil. Hal ini di karenakan oleh lamanya antrean dalam melakukan ibadah haji. Maka dari itu ibadah umrah ini bisa menjadi salah satu alternatifnya.

Di mana dalam proses pelaksanaan 2 ibadah ini ada hal yang membedakan antara ibadah umroh dan juga ibadah haji. Pelaksanaan ibadah haji itu berlangsung antara tanggal 1 Syawal hingga 13 Zulhijah. Sedangkan untuk pelaksanaan ibadah umroh itu bisa berlangsung kapan saja kecuali pada hari tertentu seperti hari Arafah pada 10 Zulhijah dan hari-hari Tasyrik tanggal 11, 12, 13 Zulhijah.

Biasanya nih dalam melakukan suatu kegiatan pasti mempunyai aturan atau  tata cara tertentu yang harus di patuhi. Adapun dalam melakukan ibadah umroh pun juga ada tata cara sesuai sunah yang harus di patuhi oleh para jamaah umroh. Adapun bentuk tata cara itu seperti:

  1. Menuju tempat Miqat dan menggunakan pakaian Ihram

Miqat itu berada di kota Madinah.  Di tempat ini para jamaah umrah harus melakukan persiapan sebelum ihram. Persiapan itu seperti halnya adalah mulai dari mandi, mengenakan pakaian ihram (bagi jamaah wanita boleh mengenakan mukena dan bergo., berwudhu dan mengerjakan sholat sunnah ihram 2 rakaat. Setelah itu niat mengerjakan ibadah umroh dengan membaca bacaan niat umroh.

“Labbaikallahumma ‘umratan” Yang memiliki arti “Aku sambut panggilanMu ya Allah untuk menjalankan umroh”.

  1. Setelah mengenakan pakaian ihram seorang jamaah tidak boleh melakukan beberapa hal yang dilarang oleh syariat

Dalam melakukan umroh ada beberapa larangan yang harus di patuhi oleh para jamaah seperti:

Bagi jamaah pria, dilarang:

  • mengenakan pakaian biasa
  • Menggunakan alas kaki apapun yang menutupi mata kaki
  • Mengenakan penutup kepala dengan peci, topi, dan sebagainya

Sedangkan bagi para jamaah wanita sendiri, dilarang untuk:

  • Mengenakan sarung tangan
  • Mengenakan penutup muka
  • menggunakan parfum atau wangi-wangian
  • memotong kuku, mencukur atau mencabut rambut/bulu
  • memburu atau membunuh binatang apapun
  • Bermesraan atau melakukan hubungan intim
  • Mencaci maki orang, bertengkar atau mengucapkan kata-kata kotor
  • memotong tanaman yang ada di sekitar Mekah

 

  1. Berjalan menuju Masjidil Haram di Mekkah

Seorang jamaah yang telah  mengenakan pakaian Ihram ini kemudian berjalan menuju ke Masjidil Haram di Mekkah dengan membacakan doa:

“Labbaik Allahumma Labbaik. Labbaik Laa Syarika Laka Labbaik. Innal Hamda Wan Ni’mata Laka Wal Mulk Laa Syarika Lak”

Yang memiliki arti:”Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat dan kerajaan bagi-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu.”

  1. Mengelilingi ka’bah 7 kali putaran

Sebelum seorang jamaah umroh memasuki Masijidil Haram orang tersebut harus melakukan wudhu terlebih dulu. Kemudian jamaah itu boleh masuk melalui pintu manapun. Saat masuk ke dalam masjid seorang jamaah mengucapkan doa “Bismillah Wash Sholatu Was Salamu ‘Ala Rasulullah. Allahummaftahli Abwaba Rahmatika” Yang artinya : “Dengan nama Allah, shalawat dan salam untuk Rasulullah. Ya Allah bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu.” Kemudian jamaah umrah itu turun lalu menuju tempat thawaf (mataf). Jamaah mulai thawaf dari garis lurus (area dekat Hajar Aswad) antara pintu Kabah dan tanda lampu hijau di lantai atas Masjidil Haram. Di sini jamaah di berikan beberapa  pilihan seperti:

– Taqbil yaitu dilakukan dengan cara mencium Hajar Aswad

– Istilam dan Taqbil yaitu dengan mengusap, meraba, dan mencium Hajar Aswad

–  Istilam yaitu mengusap Hajar Aswad dengan tangan atau sesuatu benda yang kita pegang, kemudian benda itu kita cium

– Melambaikan tangan atau benda yang kita pegang sebanyak 3 kali, tidak dicium tapi mengucapkan Bismillah, Allahu Akbar (Dengan nama Allah, Allah Maha Besar)

– Selain itu ada satu pilihan ritual yang bisa dilakukan setiap kali melewati Hajar Aswad dan Rukun Yamani pada putaran satu sampai tujuh.

– Pada putaran 1-3 seorang jamaah pria dianjurkan untuk melakukan lari-lari kecil. Sedangkan pada putaran 4-7 dengan jalan biasa. Sementara untuk tata cara umroh untuk jamaah wanita tidak ada lari-lari kecil saat melakukan thawaf.

 

  1. Melakukan sholat 2 rakaat di depan Maqom Ibrahim

Seorang jamaah umroh kemudian di wajibkan untuk melakukan sholat 2 rakaat di depan Maqom Ibrahim. Adapun sholat 2 rakaat itu meliputi  Rakaat pertama jamaah membaca surat Al Fatihah kemudian dilanjutkan dengan membaca surat Al Kaafiruun.  Lalu untuk Rakaat kedua seorang jamaah  membaca surat Al Fatihah dilanjutkan dengan membaca surat Al Ikhlas.

  1. Beristirahat sejenak dan meminum air zam zam

Seorang jamaah umroh boleh melakukan istirahat  sejenak dengan minum air zam zam. Adapun doa yang harus di baca “Allahumma Inni Asaluka ‘Ilman Nafi’an Wa Risqon Waasi’an Wa Syifaa’an Min Kulli Daa’in Wa Saqomin Bi Romhatika Ya Arhamar Rohimiin”

  1. Melakukan Sai antara Safa dan Marwah

Seorang jamaah umrah melakukan sai yang di mulai dari Safa ke Marwah yang dihitung sebagai satu kali perjalanan. Jadi, Safa ke Marwah 1, Marwah ke Safa 2, dan seterusnya. Sai berakhir di Marwah. Sai di lakukan  dengan cara berjalan, tapi pada batas di antara 2 lampu hijau, berlari-lari kecil.

  1. Melakukan tahallul.

Tahallul ini adalah tahap akhir dari pelaksanaan proses ibadah umroh. Tahap ini di lakukan dengan bercukur. Bagi jamaah umroh laki-laki lebih baik dicukur sampai gundul, tapi jika tidak sampai gundul pun tidak apa apa. Sedangkan bagi jamaah umroh wanita hanya dicukur ala kadarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *